Langsung ke konten utama

Vanda lombokensis SPECIES ENDEMIK DI PULAU LOMBOK


Vanda lombokensis adalah salah satu jenis species anggrek endemik di pulau
Lombok. Species endemik ini ditemukan oleh Haifa Nisrinnaya (Siswi MTsN 1 Lombok Timur). Dia berhasil menemukan, menginventarisir dan mengklasifikasi anggrek tersebut. Vanda lombokensis ini ditemukan di wilayah TNGR Lombok. Menurut para kolektor anggrek yang ditemui,  berdasarkan motif bunganya, terdapat sebelas 11 varietas.  Namun, yang teridentifikasi dalam penelitian ini baru sebanyak 6 jenis. Menurut Haifa anggrek di Taman Nasional Gunung Rinjani yang telah ditemukan 7 tahun lalu memiliki varian-varian yang unik dengan ciri yang disebutnya sebagai putih totol cokelat,  kuning totol cokelat , dan putih kekuningan totol cokelat.
Beberapa jenis varian anggrek yang diteliti dengan ciri bunga jenis ini mempunyai warna coklat totol putih. Bentuk sepalnya bulat lonjong dan ada jarak yang jauh antara sepal utama dengan petal. Sepal utama ini juga memiliki kelopak yang condong ke depan. Bentuk petalnya lebih mirip dengan baling-baling kipas. Lidahnya bermotif putih totol cokelat, corak cokelatnya ini seperti tititk kecil, bentuk lidahnya Panjang lonjong. Bentuk daunnya lebar melengkung dengan ukuran yang pendek, daunnya juga mempunyai jarak yang agak renggang. Selain itu anggrek jenis ini juga dapat di identifikasi melalui pinggir daunnya. Untuk corak putih totol cokelat 1 ini mempunyai pinggir daun yang warnanya lebih hijau. Akarnya panjang dan selalu muncul/tumbuh pada bawah daun paling akhir. Ujung akarnya juga memiliki warna cokelat keunguan.

Bunga motif ini mempunyai bentuk bunga yang bulat lonjong dan kelopaknya mempunyai jarak yang dekat dengan ukuran yang kecil. Bentuk sepalnya pun bulat rapat, bentuk petal yang bulat lebar dan condong ke belakang. Adapun lidah bunga yang bermotif putih denga totol cokelat yang kecil, lidahnya ini berbentuk bulat pendek.  Daunnya mempunyai jarak yang rapat, kurang lebih 1 cm. Ukuran daunnya pendek dan lebar. Pinggir daunnya mempunyai warna yang lebih hijau. Akarnya Panjang dan selalu muncul/tumbuh pada bawah daun paling akhir. Ujung akarnya juga memiliki warna cokelat keunguan.
Varian ini memiliki bunga dengan sepal yang berbentuk lonjong dan Panjang. Bentuk sepalnya juga condong ke depandan mempunyai jarak yang jauh dengan petal. Petalnya juga lonjong dan berjarak. Adapun lidahnya yang berukuran kecil dengan motif yang sama dengan bunganya namun, totol-totolnya yang berukuran lebih kecil. Daunnya memiliki ukuran dan bentuk panjang lurus dengan jarak yang jauh. Pinggir daunnya pun memiliki warna kuning. Akarnya mempunyai warna hijau pada ujungnya, dan memiliki ukuran yang panjang dan selalu tumbuh/ muncul di bawah daun dan pada daun paling akhir.

Bunga dengan motif ini memiliki bentuk sepal yang lonjong dengan petal yang
agak bulat tak beraturan. Lidahnya mempunyai motif yang sama yakni kuning totol cokelat namun bedanya warna cokelat pada lidahnya berukuran lebih kecil, hanya seperti titik-titik saja. Lidahnya juga berbentuk panjang lonjong ke bawah. Daunnya memiliki bentuk yang lebih rapat dan lurus, dengan ukuran pendek lebar. Pinggir daunnya berwarna kuning. Akarnya mempunyai warna hijau pada ujungnya, dan memiliki ukuran yang Panjang dan selalu tumbuh/ muncul di bawah daun dan pada daun paling akhir.
Menurut Haifa, jika penelitian tidak segera dilakukan, bisa berakibat keaslian spesies Vanda ini akan hilang sebelum dikenal oleh masyarakat karena adanya pengembangbiakan secara hibrid. Pengetahun tentang varietas dan ciri-ciri morfologi anggrek endemik tersebut sangat diperlukan. Oleh karena itu, menjadi menarik untuk  dikaji sebagai upaya pendokumentasian vanda endemik Lombok, yang dikenal dengan nama Vanda lombokensis. Haifa melakukan penelitian ini bertujuan

1.  Untuk mengetahui varian motif bunga dari Vanda lombokensis yang telah ditemukan di sekitar kawasan TNGR Lombok.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri morfologi dari Vanda lombokensis yang telah ditemukan di sekitar kawasan TNGR Lombok.
Terimakasih...Nak Haifa. Pak Guru Bangga semoga sukses dan akan ada Haifa Haifa lainnya.

Untuk membaca karya Haifa Nisrinnaya Klik : Vanda lombokensis

Komentar

  1. Assalamu'alaikum
    Saya tertarik dengan Lombokensis no 3,4,5. Bisa saya mendapatkannya? Bole beli, tukaran atau saya bantu serbuki agar bisa berbuah.
    Terima kasih

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ready MB..silah kan.klo butuh bisa wa to inbok sy..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENINGGALAN BENDA-BENDA BERSEJARAH DI PULAU LOMBOK

Benda-benda temuan Gunung Piring Desa Truwai, Kecamatan Pujut. Sejak 2000 tahun yang lampau sudah terpengaruh oleh tradisi zaman perunggu. Adapun peralatan rumah tangga dan sumber bahan makanan yang ditemukan seperti kereweng, periuk, kerang-kerangan dan lain-lain. Penemuan Pringgabaya tahun 1999 yang merupakan sebuah indikasi bahwa nenek moyang kita sudah ada sejak zaman prasejarah . Temuan Pringgabaya yaitu sebuah Nekara. Nekara merupakan alat upacara yang diyakini sebagai media meminta hujan. Bentuknya semacam tambur besar, berupa dandang terbalik   yang dijadikan   sebagai   alat upacara.   Bukti tentang keberadaan nenek moyang suku Sasak dipinggir pantai   ditemukan seperti jaring (kerakat), alat penangkap cumi-cumi, adanya sisa kerang sedangkan bukti bahwa adanya alat-alat berburu seperti tombak, jaring, kodong ipin untuk menangkap udang, kodong lindung. Temuan 4 (empat) buah arca Budha dari perunggu pada tahun 1960 di Lombok Timur tepatn...

GERAK TUMBUHAN

Tumbuhan juga melakukan gerak meskipun gerak pada tumbuhan tidak menghasilkan perpindahan tempat. Gerak tumbuhan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, seperti bagian ujung tunas, ujung akar, dan daun. Tumbuhan tingkat tinggi dapat merespon rangsangan tertentu dari lingkungannya dengan melakukan gerak. Gerak tumbuhan umumnya sangat lambat sehingga perlu ketelitian tinggi untuk dapat mengamatinya. Gerak pada tumbuhan terbagi menjadi tiga  yaitu gerak endonom, esionom, dan higroskopis. A.      Gerak Endonom Gerak endonom adalah gerak yang tidak diketahui penyebab luarnya. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak spontan karena tumbuhan melakukan gerakan secara spontan tanpa perlu adanya rangsangan dari luar. Contoh gerak endonom ini adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma ( siklosis ) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata yang dapat dideteksi dari gerak sirkulasi klorofil di dalam sel. B.      Gerak Esio...

SISTEM PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN DAN HEWAN

Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan. Selain manusia dan hewan, tumbuhan juga dapat berkembang biak. Tujuan perkembangbiakan yaitu untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Perkembangbiakan pada tumbuhan ada dua cara, yaitu dengan cara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan melalui bagian tumbuhan itu sendiri, sedangkan perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan melalui penyerbukan. Tumbuhan berkembangbiak dengan cara kawin (generatif) dan tidak kawin (vegetatif) A.     Perkembangiakan tumbuhan secara generatif Tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara kawin selalu diawali dengan peristiwa penyerbukan pada bunga. Penyerbukan yaitu proses menempelnya serbuk sari di kepala putik. Penyerbukan kemudian diikuti dengan proses pembuahan sehingga terbentuk biji. Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara kawin antara lain : mangga, jeruk, dan jambu. B.   Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Tak Kawin (vegeta...