Langsung ke konten utama

RANGKAIAN LISTRIK MATERI IPA MTs/SMP


Rangkaian listrik adalah sebuah jalur atau rangkaian sehingga elektron dapat mengalir dari sumber voltase atau arus listrik. Proses perpindahan elektron inilah yang kita kenal sebagai listrik. Elektron dapat mengalir pada material penghantar arus listrik yakni konduktor. Oleh karena itu kabel dipakai pada rangkaian listrik karena kabel terbuat dari tembaga yang dapat menghantarkan arus listrik. Tempat dimana elektron masuk ke dalam rangkaian listrik dinamakan dengan sumber listrik. Setiap benda yang memakai listrik untuk penggunaannya disebut sebagai beban listrik.



Alat listrik yang membutuhkan energi adalah lampu. Lampu merupakan beban listrik dan sumber listrik berasal dari baterai; listrik mengalir melalui kabel dan sakelar berfungsi untuk memutus atau menyambungkan aliran listrik. Benda apapun dapat menjadi beban listrik, oleh karena itu simbol universal untuk beban listrik adalah hambatan (resistor). Jadi, simbol lampu pada rangkaian dapat diganti menjadi simbol hambatan listrik
Terdapat dua tipe rangkaian yaitu: rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian seri dan paralel dapat dikombinasikan sehingga menjadi rangkaian kombinasi atau gabungan
1.   Rangkaian seri merupakan sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berderetan hanya melalui satu jalur aliran listrik. Contohnya adalah sebuah rangkaian yang memiliki dua resistor, tapi hanya terdapat satu jalur kabel untuk mengalirkan listrik
Karakteristik rangkaian listrik seri:
a.      Cara menyusun rangkaian cenderung praktis dan sederhana.
b.      Semua komponen listrik disusun secara sejajar (berderet atau berurutan).
c.       Kabel penghubung pada seluruh komponen tidak memiliki percabangan sepanjang rangkaian.
d.      Hanya ada satu jalan yang dapat dilalui oleh arus, jadi jika ada satu jalur yang terputus maka rangkaian tidak dapat berfungsi dengan benar.
e.      Arus listrik yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian sama besarnya
f.        Setiap komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama.
g.      Beda potensial/tegangan pada setiap komponen yang terpasang memiliki nilai yang berbeda.
h.      Memiliki hambatan total yang lebih besar daripada hambatan penyusunnya.
2.     Rangkaian paralel merupakan sebuah rangkaian listrik yang komponennya disusun sejajar dimana terdapat lebih dari satu jalur listrik (bercabang) secara paralel. Contohnya adalah sebuah rangkaian yang memiliki dua resistor dimana terdapat satu jalur kabel untuk setiap resistor 

Karakteristik rangkaian listrik paralel
a.      Cara menyusun rangkaian cenderung lebih rumit.
b.      Semua komponen listrik terpasang secara bersusun atau sejajar.
c.       Kabel penghubung pada sebuah rangkaian memiliki percabangan.
d.      Terdapat beberapa jalan yang dapat dilalui oleh arus.
e.      Arus yang mengalir pada setiap cabang memiliki besar nilai yang berbeda.
f.        Setiap komponen yang terpasang mendapat besar arus yang berbeda.
g.      Semua komponen mendapat tegangan yang sama besar.
h.     Hambatan totalnya lebih kecil dari hambatan pada tiap-tiap komponen penyusunnya.
Sesuai dengan Hukum Kirchoff 1, arus listrik yang masuk harus sama dengan arus keluar. Sehingga pada rangkaian paralel besarnya arus sebelum masuk ke cabang sama dengan besar arus setelah keluar dari cabang dan dirumuskan sebagai I masuk = I1 + I2 + I3....... Sesuai dengan Hukum Ohm, maka total hambatan resistor pada rangkaian paralel merupakan jumlah dari kebalikan hambatan tiap-tiap komponen 
Beberapa video pembelajaran tentang rangkaian sebagai berikut

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Rangkaian Listrik serta penghitungannya 
1.      Materi, Soal dan Pembahasannya. Klik : RANGKAIANLISTRIK

2.      Materi pendukung lainnya. Klik : RANGKAIANLISTRIK2

3.      Latihan Ujian ONLINE Klik : 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENINGGALAN BENDA-BENDA BERSEJARAH DI PULAU LOMBOK

Benda-benda temuan Gunung Piring Desa Truwai, Kecamatan Pujut. Sejak 2000 tahun yang lampau sudah terpengaruh oleh tradisi zaman perunggu. Adapun peralatan rumah tangga dan sumber bahan makanan yang ditemukan seperti kereweng, periuk, kerang-kerangan dan lain-lain. Penemuan Pringgabaya tahun 1999 yang merupakan sebuah indikasi bahwa nenek moyang kita sudah ada sejak zaman prasejarah . Temuan Pringgabaya yaitu sebuah Nekara. Nekara merupakan alat upacara yang diyakini sebagai media meminta hujan. Bentuknya semacam tambur besar, berupa dandang terbalik   yang dijadikan   sebagai   alat upacara.   Bukti tentang keberadaan nenek moyang suku Sasak dipinggir pantai   ditemukan seperti jaring (kerakat), alat penangkap cumi-cumi, adanya sisa kerang sedangkan bukti bahwa adanya alat-alat berburu seperti tombak, jaring, kodong ipin untuk menangkap udang, kodong lindung. Temuan 4 (empat) buah arca Budha dari perunggu pada tahun 1960 di Lombok Timur tepatn...

GEJALA PENAMPAKAN ALAM

Alam semesta yang terdiri dari berbagai macam benda angkasa termasuk bumi yang kita tempati merupakan ciptaan Yang Maha Kuasa.   Secara teoritis oleh tokoh kosmologi Einsten melalui teori relativitas dengan aplikasi pada pendistribusian materi ruang angkasa. ”Jagat raya didominasi oleh radiasi dan materi-materi elementer sangat panas dengan energi yang sangat luar biasa tinggi dan berprilaku ultrarelativistik. Materi elementer itu berupa proton dan neutron panas bergabung membentuk hidrogen dan helium dengan memancarkan sejumlah energi. Bila materi baru yang terbentuk sudah stabil maka menjadi materi penyusun jagat raya. Kemudian dijelaskan melalui teori terbentuknya tata surya oleh Immanuel Kant dan Laplace sebagai berikut ”Mula-mula ada kabut gas debut yang terdiri dari helium dan hidrogen yang berpijar dan berpilin. Karena putarannya, sebagian dari massa kabut terlepas membentuk gelang-gelang sekeliling bagian utama gumpalan itu. Lama kelamaan gelang-gelang tadi membentuk g...

SISTEM SARAF PADA MANUSIA

Manusia dapat  menangkap pesan dari  lingkungannya karena adanya sistem saraf, bahkan adanya kerjasama antar sel, jaringan, organ, sistem organ pada organisme karena adanya sistem saraf yang mengatur. Oleh karena itu, kita sangat penting mengenal dan memahami sistem saraf. A.      Sistem Koordinasi Dalam sistem koordinasi diperlukan tiga komponen agar fungsi koordinasi dapat berlangsung, yaitu reseptor, konduktor, dan efektor. 1.        Reseptor Reseptor adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Bagian yang berfungsi sebagai penerima rangsangan tersebut adalah indra. 2.        Konduktor Konduktor adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai penghantar rangsangan. Bagian tersebut adalah sel-sel saraf (neuron) yang membentuk sistem saraf. Sel-sel saraf ini ada yang berfungsi membawa rangsangan ke pusat saraf ada juga yang membawa pesan dari pusat saraf....